37 Orang Tewas Akibat Lahar Gunung Merapi

Giat Empathy Building Polsek Bekasi Barat Menjenguk Warga Yang Sakit   H+2 Lebaran, Simpang Bayongbong Garut Lancar, Polisi Atur Arus Kendaraan.   Merajut Asa Memupuk Rindu Dalam Halal Bi Halal Trah Raden Matang Tilarso Surakarta.   BULOG Cetak Rekor Tertinggi 10 Tahun Terakhir, Penyerapan Gabah Petani Capai 725.000 Ton Setara Beras   Ketua Umum Asosiasi PKL: Ekonomi Lesu dan Perketat Ikat Pinggang Penyebab Utama Mudik Lebaran 2025 Turun 24%   Polisi Amankan Pengunjung TMII Jakarta Timur Keamanan Terjaga dan Kapasitas Normal   Rasio Ridho Sani Diminta Maju di Pilwako 2025, Dukungan Mengalir di Open House Rumah Jendela   Gempa Myanmar Kodim 0420/Sarko Bantu Galang Bantuan Kemanusiaan Untuk Korban Gempa   Walau Suasa Dalam Hari Raya Iedul Fitri Babinsa Tetap Pantau Wilayah Binaan Antisipasi Terjadinya Bencal   Open House Hari ke Dua Walikota Bekasi Dihadiri Anggota DPRD kota Bekasi Komisi 1 Samuel Sitompul, S.H   Lurah Kampung Baru Klarifikasi Terkait Minta THR Kepada Pedagang, Asneti : Candaan Dianggap Serius Oleh Warga   Wakapolda Metro Jaya dan Pejabat Polda Laksanakan Salat Idulfitri di Stadion Presisi   Mesjid Al Uswah Gelar Sholat Idul Fitri 1446 H   Ungkapan dan Harapan untuk BMI..    Dandim 0319/Mentawai Pantau Langsung Kamtibmas Malam Takbiran via Zoom, Semua Kondusif   Dandim 0420/Sarko Hadiri Zoom Meeting Pemantauan Sitkamtibmas pada Malam Takbiran   Bupati Mentawai Rinto Wardana & Jakop Saguruk Lepas Pawai Takbir Warga Sambut Idul Fitri dengan Sukacita   Kemacetan Parah Di Pintu Perlintasan Stasiun Kereta Api Delanggu.   Rizki Singgih: Idulfitri 1446 H Momentum Menjaga Silaturahmi dan Semangat Kebersamaan   POLSEK BANTAR GEBANG SIAP AMANKAN MALAM TAKBIRAN IDUL FITRI 1446 H / 2025 M  

 


Growmedia-indo.online-

Bencana banjir lahar dingin Gunung Marapi menerjang Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu malam (11/5). Sebanyak 37 orang dilaporkan tewas.

Baca Juga: loading

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Padang mencatat 17 orang korban banjir lahar dingin Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar) masih belum ditemukan. Angka ini terhitung sejak pukul 21.03 WIB, Minggu (12/5).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan puluhan korban tewas itu tersebar di Kabupaten Agam dan Tanah Datar.
"Kami laporkan informasi, sesuai data dari posko sudah 37 orang yang meninggal dunia," ujar Abdul, Minggu (12/5).
Dikatakan Abdul dari 37 korban meninggal, 34 orang di antaranya telah teridentifikasi. Sebagian jenazah juga telah dijemput pihak keluarga.
"Tiga korban belum teridentifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Padang. Beberapa yang meninggal sudah dibawa ke rumah duka," ucapnya.

17 Orang Masih Hilang

Para korban yang dinyatakan hilang ini tersebar di dua kabupaten yakni Agam dan Tanah Datar. Sementara, operasi SAR pencarian dihentikan sementara karena situasi hujan.
Abdul menyebutkan korban hilang terbanyak berada di Kabupaten Tanah Datar yakni 14 orang. Para korban tersebar berasal dari empat kecamatan. Sementara tiga korban hilang lainnya berada di wilayah Kabupaten Agam dari dua kecamatan.
"Untuk korban meninggal kami laporkan informasi, sesuai data dari posko sudah 37 orang yang meninggal dunia," ucapnya.

Jalan Padang-Bukittinggi Putus di Silaiang

Jalan lintas nasional di Silaiang, Sumatera Barat (Sumbar) putus total karena diterjang banjir bandang pada Minggu (12/5) dini hari. Jalur ini merupakan penghubung Padang-Bukittinggi dan sekitarnya.
Aspal jalan hilang, tempat pemandian rekreasi keluarga di pinggir kawasan sepanjang jalur ini juga rusak. Termasuk, bangunan Kafe Xakapa, karena berada di pinggir aliran sungai. Kafe ini cukup populer bagi pengendara lintas Sumatera karena berada di dekat kawasan Air Terjun Lembah Anai.
Sejumlah truk juga terbawa arus banjir. Belum diketahui apakah ada korban jiwa atau tidak. Kondisi jalan di Silaiang cukup parah. Aspal telah terkikis.
Kapolres Padang Pariaman, AKBP Faisol Amir, meminta pengendara untuk melewati sejumlah jalur alternatif bila ingin ke Kota Bukittinggi dan sekitarnya. Di antaranya melintasi Kelok 44 di Kabupaten Agam atau Sitinjau Lauik, Kabupaten Solok.

Penjelasan BMKG soal Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi di Sumbar

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, penyebab banjir lahar dingin ini tidak hanya karena erupsi. BMKG sudah mendeteksi terdapat gempa kecil dalam sebulan terkahir.
"Penyebab tidak hanya satu penyebab erupsi, tapi juga pengaruh getaran gempa. Karena BMKG juga mendeteksi selama 1 bulan tedakhir sebelum kejadian bencana ini terjadi terjadi gempa-gempa kecil magnitudo sekitar 3 ya. Yang cukup mampu meretakkan batuan dan menimbulkan runtuhan batuan," kata Dwikorita dalam konferensi pers di akun YouTube BMKG, Minggu (12/5) malam.
Reruntuhan batu tersebut, lanjut Dwikorita, menimbulkan tumpukan bebatuan. Kondisi ini diperparah dengan curah hujan yang cukup tinggi.
Dwikorita juga memperingatkan bahwa hingga 22 Mei ke depan curah hujan dari intensitas ringan hingga ekstrem masih bisa terjadi. Ia meminta masyarakat untuk memperhatikan peringatan dini dari BMKG.
"Untuk itu kami mengimbau agar terus memonitor memantau perakiran cuaca dan peringatan dini hujan lebat dan ekstrem yang dikeluarkan BMKG setiap hari mohon dicek seperti di lokasi tadi," sambungnya.
Terkahir, Dwikorita juga mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan yang berdekatan dengan aliran sungai.

Sumber: kumparan.com


Posting Komentar