Vandalisme Patung Jendral Sudirman DPRD DIY Saat Aksi Demonstrasi.
Daftar Isi
Vandalisme Patung Jendral Sudirman DPRD DIY Saat Aksi Demonstrasi.
SLEMAN-ghrowmedia-indo.com//
Aksi vandalisme terhadap bangunan cagar budaya yang dilakukan oleh beberapa oknum, massa aksi demonstrasi mahasiswa, beberapa waktu yang lalu di Gedung DPRD DIY. Hal tersebut diungkapkan aktivis Dani Eko Wiyono saat dikonfirmasi awak media, Jumat (28/03/2025).
Aksi vandalisme yang dilakukan oleh oknum mahasiswa tersebut sangat tidak mencerminkan karakter masyarakat Yogyakarta. Pasalnya Gedung DPRD DIY tersebut merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang harus dijaga dan dirawat keberadaannya. Tak hanya gedung DPRD DIY saja, patung monumental jendral Sudirman yang berada tepat di depan DPRD pun tak luput dari sasaran vandalisme.
Dani menyebut, Aksi vandalisme yang mereka lakukan tersebut sudah tidak lagi ber etika. Ia pun sangat menyayangkan aksi vandalisme tersebut.
"Aksi itu boleh dan tidak dilarang sesuai UU No. 9 Tahun 1998 dengan beberapa poin penting perlu di pertimbangkan antara lain :
1. Hak dan kewajiban peserta adalah Peserta memiliki hak untuk menyampaikan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab, serta berkewajiban untuk menghormati hak dan kebebasan orang lain, menjaga ketertiban umum, dan tidak membawa benda-benda yang membahayakan keselamatan umum.
2. Penyampaian Pendapat yang dimaksud adalah Kegiatan penyampaian pendapat di muka umum wajib diberitahukan secara tertulis kepada Polri paling lambat 3 x 24 jam sebelum kegiatan dimulai.
3. Larangan peserta terkat peserta aksi dilarang membawa benda-benda yang dapat membahayakan keselamatan umum. Penyampaian pendapat juga dilarang dilakukan dengan cara yang melanggar peraturan lalu lintas atau tidak memberitahukan terlebih dahulu kepada kepolisian.
4. Tanggung Jawab dalam hal ini Penyelenggara dan peserta bertanggung jawab agar kegiatan berlangsung aman, tertib, dan damai," papar Dani yang juga Koordinator Aliansi Rakyat Peduli Indonesia (ARPI).
"Namun, saya selaku aktivis sangat menyayangkan hal tersebut karena dapat mencoreng aktivis-aktivis lainnya karena ulah oknum-oknum yang tak bertanggungjawab," lanjutnya.
Lebih lanjut Dani menegaskan, Ia selaku aktivis dan sekaligus salah satu masyarakat jogja yang berasal dari luar jogja sangat mencintai jogjakarta.
"Saya berharap jika pelaku vandalisme adalah orang asli jogja, tentunya mari kita jaga bersama, jika bukan warga jogja mari bersama kita ingatkan bersama agar untuk tidak melakukan hal tersebut di jogjakarta," ujarnya.
Adanya vandalisme di patung Jenderal Besar Sudirman juga sangat miris, Dani menambahkan, beliau pahlawan kemerdekaan dan hari ini beliau sudah tiada, lalu apa salah beliau sehingga jadi sasaran vandalisme ?
"Aksi harus cadas dan cerdas dimana moment ini adalah moment bulan puasa dan menjelang hari raya Idul Fitri. Harapan ke depan agar aksi lebih baik lagi," pungkasnya.
( Pitut Saputra )
Posting Komentar