Merajut Asa Memupuk Rindu Dalam Halal Bi Halal Trah Raden Matang Tilarso Surakarta.
Daftar Isi
Merajut Asa Memupuk Rindu Dalam Halal Bi Halal Trah Raden Matang Tilarso Surakarta.
KARANGANYAR-growmedia-indo.com
Gelaran Kegiatan pertemuan bani/satu keturunan dari keluarga besar Trah Raden Matang Tilarso, berlangsung di Gedung Aula Bakmi Jowo Kuno Pak Trimo, Jalan Adi Sumarmo, Gedongan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (02/04/2025).
Pertemuan merajut asa memupuk rindu dalam Halal Bi Halal Trah Raden Matang Tilarso Surakarta ini, sedianya dihadiri oleh seluruh keluarga besar dari Trah Raden Matang Tilarso baik dari generasi ke generasi. Mulai kakek hingga cicit, yang saat ini berdomisili dan tersebar di seluruh Indonesia dari Pulau Jawa hingga Bali berkumpul bersama di sebuah Gedung sekitaran Daerah Karanganyar.
Kiranya kerinduan yang telah dipupuk sekian tahun berselang tersebut, melalui kegiatan ini di lebur bersama dalam pertemuan trah keluarga besar. Wawan Liswanto atau lebih dikenal dengan nama Anto Mbolo yang merupakan partner dari Alm seniman Didi Kempot semasa berjuang di blantika musik keroncong dahulu, kebetulan menjadi tuan rumah dari panitia pelaksana kegiatan halal bi halal trah Raden Matang Tilarso tersebut yang berlangsung dengan seru dan meriah sedari pagi hingga siang hari ini.
Dalam prakata sambutannya Anto Mbolo menyampaikan rasa terima kasihnya, yang tak terhingga pada seluruh keluarga besar yang telah mendukung dan mensupport penyelenggaraan kegiatan ini hingga bisa berjalan lancar tanpa satu halangan, Dirinya juga mengucapkan terima kasih sebesarnya pada Dimas partner sekaligus owner dari Bakmi Jowo Kuno Pak Trimo yang merupakan resto live musik tempatnya menyanyi reguler setiap hari, dimana pada hari ini, berkenan meminjamkan aula gedung restonya untuk dipakai kegiatan Halal Bi Halal dari keluarga besar Trah Raden Matang Tilarso. Dirinya juga menyampaikan selamat datang bagi seluruh anggota keluarga besar trah dan mempersembahkan sebuah lagu yang berjudul layang kangen, yang merupakan lagu request dari sesepuh bernama Gunarso.
Pada kesempatan ini Gunarso selaku perwakilan sesepuh yang paling dituakan juga berkenan menyampaikan sambutan sebelum kegiatan dimulai. Dalam sambutannya dikatakan
"Selamat Datang dan Selamat Hari Raya Idul Fitri, bagi semua anggota keluarga besar Trah Raden Matang Tilarso yang sudah berkenan hadir dan menyempatkan waktu guna bisa datang merajut asa dan memupuk rindu dalam kegiatan Trah Keluarga Besar Raden Matang Tilarso ini, yang merupakan sebuah wadah keluarga besar Trah bersama dan merupakan garis keturunan dari Alm Eyang Raden Matang Tilarso, seorang Punggawa dari Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat," sambutnya.
Pada kesempatan tersebut juga Gunarso sedikit menyinggung dan memaparkan terkait silsilah dan urut-urutan dari keluarga besar Trah Raden Matang Tilarso, dari generasi pertama hingga saat ini sampai pada generasi ketujuh. Dirinya juga menekankan terkait ajaran leluhur, yang telah turun temurun diwariskan yakni terkait konsep dan cara mendidik anak yang selalu menekankan tentang "Tatag-Teteg-Tutug / Tekun-Teken-Tekan", yakni sebuah strategi dalam menjalani hidup dan kehidupan keseharian.
Tekun dalam hal ini diartikan sebagai seorang anak diharapkan kita harus punya pekerjaan dan jujur tidak macem-macem dalam pekerjaannya, kemudian Teken yakni kepercayaan yang kuat pada religi atau agama yang diyakini, sementara Tekan, adalah menjalani segala sesuatu yang menjadi pekerjaan dan keinginannya, dalam hal ini sesuatu tersebut harus ditekuni, dihayati hingga sampai nanti pada akhirnya akan sampai pada apa yang kita cita-citakan. Dirinya juga berpesan agar ajaran leluhur ini selagi masih muda tolong dihayati dan dijadikan pedoman yang merupakan warisan dan didikan dari eyang kita terdahulu.
Terakhir dalam sambutannya juga disampaikan bahwa yang muda-muda, jangan sampai tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, serta diharapkan bisa memanfaatkan kemudahan teknologi (Handphone) guna menjalin keakraban agar bisa saling kenal satu dan lainnya
"Mari guyub rukun terus, jangan sampai putus hubungan, seperti slogan dan tema dari halal bi halal tahun ini yakni "Paseduluran Sak'lawase", pungkasnya menutup sambutan.
Acara merajut asa ini, kemudian dilanjutkan dengan perkenalan keluarga satu persatu, baik dari anggota keluarga yang lama dan yang baru, serta berurutan dari aling tua hingga pada paling kecil, bergiliran satu persatu melakukan sungkem dan memohon maaf satu dan lainnya, juga mohon petunjuk dan petuah agar kedepan bisa lebih termotivasi dalam menjalani setiap tantangan hidup.
Pasca terselesaikannya kegiatan sungkeman, lalu dilanjutkan dengan hiburan dan game permainan anak dan orang tua untuk lebih mengakrabkan antara satu dan lainnya. Acara berlangsung dengan meriah dan seru sekali, dengan game-game tradisional melatih kekompakan antara sesama team yang beranggotakan para anggota keluarga yang telah diacak secara random. sebuah metode guna mengakrabkan antar keluarga agar bisa saling mengenal dan kompak dalam mengerjakan sesuatu.
Kegiatan selanjutnya adalah makan siang bersama, sebelum nantinya dilanjutkan dengan game dan hiburan musik kembali, hingga kemudian sampai pada penghujung kegiatan. Sebelum ditutup dengan session foto bersama salah seorang anggota trah yakni Gatot Priyanta dari keluarga besar Delanggu, Klaten mengusulkan sebuah ide terkait dengan pembentukan Group Trah bagi generasi yang lebih muda-muda, atau khusus bagi anak-anak dari keluarga besar agar dibuatkan group lagi guna bisa lebih mengakrabkan diri antar sesama anggota keluarga besar, khususnya yang muda-muda, agar semangat kebersamaan antara para keluarga besar ini bisa terus dirakit dan dilestarikan nantinya. Atas ijin para orang tua, ide tersebut akhirnya disetujui, maka dibuatlah sebuah grup baru dari generasi Trah Raden Matang Tilarso yang muda-muda.
Harapan kedepan agar kegiatan halal bi halal seperti ini, bisa terus lestari di antara para anggota keluarga besar Trah Raden Matang Tilarso, asa bisa terus dirajut dan kerinduan juga selalu dipupuk, agar bisa rukun antar saudara dan cucu-cucunya.
Kemudian di penghujung kegiatan setelah season foto bersama dilakukan rapat keluarga besar trah dan bilik tali asih, dimana semua anggota keluarga diharapkan masuk ke bilik tersebut, untuk memberikan dana sukarela seikhlasnya agar bisa kemudian dipakai, nantinya pada penyelenggaraan kegiatan Halal Bi Halal tahun depan.
Setelah semua diselesaikan maka kegiatan ditutup dengan doa bersama. Dan segenap keluarga besar Trah Raden Matang Tilarso mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, serta mohon maaf lahir batin, bilamana ada kesalahan baik yang disengaja ataupun tidak mohon untuk dimaafkan.
Acara selesai dengan sejuta kesan dan makna tersendiri dari pelaksanaan halal bi halal tahun 2025 ini, moga kelak tahun mendatang bisa terselenggara lagi kegiatan serupa dengan lebih baik.
(Pitut Saputra)
Posting Komentar